Judul PKM

Jenis PKM : PKM-M
Tahun : 2017
Anggota :
  • Muhammad Kamaluddin (KETUA)
  • Muhammad Kamaluddin (07161055)
    Rizjal Wahyu Dephari (07161078)
    Nur Laily Rahmania (07161064)
    Hariandy Firdauz (07161030)
    Alnovia Suryaningsih (07151002)

Tunagrahita merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki kebutuhan khusus dengan intelejensi (IQ) di bawah rata-rata yaitu berkisar antara 50-70. Penyandang tunagrahita biasanya mempunyai kelainan penyerta seperti spastik, autism, hiperaktif, dan kesulitan belajar. Perhatian dan kasih sayang orang tua serta orang-orang disekitarnya sangat dibutuhkan bagi para penyandang grahita sebagai bentuk dukungan sosial dan emosionalnya, sehingga dapat merasa diperhatikan dan tidak berbeda dengan yang lain. Namun, sekarang ini kebanyakan orang tua memandang sebelah mata anaknya yang menyandang status tunagrahita, karena beranggapan anaknya kelak tidak memiliki masa depan. Padahal sebenarnya hampir sebagian besar anak-anak yang berkebutuhan khusus seperti tunagrahita ini memiliki banyak potensi dan bakat yang masih terpendam dalam dirinya, hanya saja mereka membutuhkan waktu yang lebih lama dan perhatian yang lebih khusus untuk mengasah potensi dan bakat yang mereka miliki tersebut dikarenakan keterbatasan sistem motorik yang dimiliki para tunagrahita. Oleh karena itu, penulis menawarkan solusi bagi anak tunagrahita di SLBN Kecamatan Balikpapan Selatan yaitu sebuah program bernama B-three (Bermain, Belajar, dan Berbudaya). Program ini merupakan sebuah wujud pengabdian mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan dalam membantu meningkatkan sistem motorik tunagrahita melalui pengenalan kearifan lokal dan budaya Indonesia. Dalam program ini berisi pengembangan karakter melalui kesenian dan kreativitas dengan submateri/kategori yaitu pengenalan musik tradisional, rancang bangun rumah tradisional, dan bermain permainan tradisional di Indonesia, dengan memasukkan unsur belajar sambil bermain ke dalamnya. Tujuan utama dari pelaksaanaan program ini yaitu untuk meningkatkan jiwa sosial dan rasa kepercayaan diri, kreativitas, serta sistem motorik siswa tunagrahita SLBN Kecamatan Balikpapan Selatan melalui pengenalan kearifan lokal dan budaya Indonesia, serta meningkatkan kedekatan antara orang tua, siswa tunagrahita, dan guru pengajar di SLBN Kecamatan Balikpapan Selatan melalui pengimplementasian program B-three.